syarat kambing aqiqah apakah harus jantan

Syarat Kambing Aqiqah Apakah Harus Jantan?

Syarat kambing aqiqah apakah harus jantan? – Aqiqah adalah salah satu ibadah dalam agama Islam sebagai ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini, tidak hanya menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT atas anugerah kehidupan yang baru lahir, tetapi juga merupakan momen untuk melaksanakan pengorbanan dan amal yang baik. Aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan baik kambing ataupun domba. Tapi, kambing atau domba yang digunain, apakah harus jantan atau boleh betina, ya? 

Salah satu pertanyaan umum yang muncul seputar aqiqah adalah apakah kambing yang digunakan harus jantan atau boleh juga betina. Dalam artikel ini, akan membahas syarat-syarat aqiqah untuk anak laki-laki serta mempertimbangkan apakah kambing betina dapat digunakan dalam pelaksanaan aqiqah.

Pentingnya Aqiqah

Sebelum membahas syarat kambing aqiqah, penting untuk memahami arti dan tujuan di balik pelaksanaan aqiqah. Aqiqah merupakan bentuk ibadah yang dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak. Selain itu, aqiqah juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan, karena daging hasil aqiqah dapat dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Sunnahnya, aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Akan tetapi, jika di hari ketujuh belum melaksanakan aqiqah, bisa dilakukan di hari keempat belas kemudian keduapuluhsatu setelah kelahiran. Apabila di hari ke-21 belum dilaksanakan aqiqah juga, maka bisa dilaksanakan kapanpun.

Dalam setiap pelaksanaan aqiqah, terdapat persyaratan dan tata cara yang perlu dipahami dengan baik. Mengenal dan memahami syarat-syarat aqiqah merupakan langkah awal yang penting untuk menjalankan ibadah ini dengan benar dan sesuai dengan tuntunan agama.

Syarat Kambing Aqiqah

syarat kambing aqiqah

Ketika melaksanakan aqiqah, jangan lupa untuk memenuhi syarat-syarat hewan yang akan digunakan. Berikut ini merupakan syarat-syarat kambing yang bisa digunakan untuk aqiqah :

Baca Juga :  Aqiqah Wajibkah? Mengungkap Makna dan Hukum Aqiqah

1. Sehat dan Layak Konsumsi

Kambing yang dipilih untuk aqiqah harus dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Hewan yang sakit atau memiliki kelainan fisik tidak diperbolehkan untuk dijadikan kambing aqiqah.

2. Usia

Kambing aqiqah idealnya memiliki usia minimal satu tahun. Kambing yang sudah mencapai usia tersebut dianggap telah cukup matang dan memiliki daging yang lebih lezat.

3. Jenis Kelamin

Tidak ada ketentuan yang tegas mengenai jenis kelamin kambing aqiqah dalam ajaran Islam. Baik kambing jantan maupun betina dapat digunakan untuk aqiqah. Namun, ada beberapa perbedaan pandangan di antara ulama terkait hal ini.

Syarat Aqiqah untuk Anak Laki Laki Apakah Harus Kambing Jantan?

Pertanyaan yang sering ditanyakan terkait jenis kelamin hewan yang digunakan adalah apakah bisa menggunakan kambing betina untuk aqiqah. Dalam hal aqiqah untuk anak laki-laki maupun perempuan, syariat Islam tidak mengharuskan kambing yang digunakan adalah jantan. 

Menurut mayoritas ulama, aqiqah boleh menggunakan kambing betina. Tidak ada dalil yang secara tegas melarang penggunaan kambing betina. Namun, sebagian ulama merekomendasikan penggunaan kambing jantan sebagai bentuk lebih kuat dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Hadits 

Dilasir dari laman NU Online, disebutkan hadits yang menjelaskan bolehkah memilih kambing dengan jenis kelamin jantan maupun betina untuk aqiqah

aqiqah boleh pakai kambing jantan maupun betina

Pertimbangan dalam Memilih Kambing untuk Aqiqah

Kambing jantan cenderung memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan lebih berat daripada kambing betina. Oleh karena itu, ayah dan bunda dapat menggunakan kambing jantan terutama jika jumlah tamu yang diundang untuk aqiqah cukup banyak.

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah

menyembelih hewan aqiqah

Pelaksanaan aqiqah melibatkan beberapa langkah penting. Berikut adalah tata cara umum yang diikuti dalam aqiqah :

1. Menentukan Waktu

Aqiqah kebanyakan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun, jika ada kendala atau keterlambatan, aqiqah dapat dilakukan pada waktu yang lain dengan tetap menjaga semangat syariat ketika melakukannya.

Baca Juga :  Inilah Syarat, Jumlah Hewan, dan Keutamaan Aqiqah Anak Perempuan

2. Memilih Hewan

Kambing atau domba yang akan disembelih untuk aqiqah haruslah hewan yang sehat, tidak cacat, dan berumur minimal satu tahun. Pemilihan kambing atau domba bisa sesuai dengan pertimbangan ayah dan bunda yang hendak melaksanakan aqiqah untuk buah hati.

3. Niat dan Penyembelihan

Sebelum melakukan penyembelihan, niat aqiqah harus diucapkan dengan tulus dan ikhlas. Hewan yang akan disembelih harus diletakkan dengan posisi yang benar, yaitu menghadap kiblat. Kemudian, dengan menyebut nama Allah SWT, hewan tersebut disembelih dengan cara yang benar sesuai dengan syariat Islam.

4. Pembagian Daging

Daging aqiqah dibagi dalam keadaan masak atau matang. Daging tersebut dapat dibagikan ke tetangga, keluarga, saudara atau kerabat, maupun orang yang membutuhkan.

5. Memberi Nama Anak

Setelah penyembelihan dan pembagian daging, anak yang baru lahir diberi nama sesuai dengan kebiasaan yang baik dan disyariatkan dalam Islam. Nama tersebut haruslah memiliki makna yang baik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Faedah Pelaksanaan Aqiqah

memilih kambing untuk aqiqah

Pelaksanaan aqiqah memiliki beberapa faedah penting dalam agama Islam. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari pelaksanaan aqiqah :

1. Ketaatan kepada Allah SWT

Aqiqah adalah ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Dengan melaksanakannya, kita menaati perintah Allah SWT dan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Ketaatan ini memperkuat hubungan kita dengan Tuhan dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan.

2. Ungkapan Syukur

Aqiqah adalah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas anugerah kelahiran seorang anak. Melalui aqiqah, orang tua menunjukkan rasa terima kasih dan syukur kepadaNya.

3. Kebaikan dan Pengorbanan

Aqiqah melibatkan pengorbanan hewan sebagai bentuk kebaikan dan amal. Dengan melaksanakan aqiqah, orang tua melakukan perbuatan baik yang insyaaAllah dapat membawa keberkahan dan pahala.

Baca Juga :  Aqiqah Kambing Umur Berapa? Ini Syarat dan Ketentuannya

4. Kepedulian Sosial

Bagian dari daging aqiqah yang disedekahkan kepada orang-orang yang membutuhkan merupakan bentuk kepedulian sosial dengan memberikan kesempatan bagi mereka yang kurang mampu untuk menikmati makanan daging.

5. Menjalin Silaturahmi dengan Sesama

Aqiqah juga merupakan momen untuk merayakan kelahiran anak dengan penuh rasa syukur. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengundang keluarga, tetangga, dan kerabat untuk menghadiri acara aqiqah anak. Dengan demikian, silaturahmi dengan tetangga maupun keluarga dapat terjalin dengan erat. 

6. Pemberian Nama yang Bermakna

Buah hati yang baru lahir diberi nama sesuai dengan tradisi yang baik dan syariat dalam Islam. Pemberian nama yang bermakna dan baik memberikan identitas positif kepada anak serta menginspirasi nilai-nilai agama dan kebaikan dalam hidupnya.

Kesimpulan

Aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan baik kambing maupun domba. Untuk jenis kelaminnya, tidak ada ketentuan syarat kambing aqiqah apakah harus berkelamin jantan. Tidak ada dalil yang secara tegas melarang penggunaan kambing betina untuk aqiqah. Oleh karena itu, menggunakan kambing betina juga diperbolehkan.

Bagi sebagian keluarga, ada pertimbangan ketika memilih jenis kelamin hewan aqiqah. Kambing atau domba jantan memiliki bobot yang lebih besar daripada betina. Oleh karena itu, jumlah daging yang dihasilkan lebih banyak dan cukup untuk dibagikan.

Akan tetapi, baik jantan maupun betina, keputusan akhir tetap berada di pihak keluarga yang melaksanakan aqiqah. Selain itu, yang terpenting adalah menjalankan aqiqah dengan penuh rasa syukur, niat yang ikhlas, dan mengikuti pedoman syariat Islam.

Apakah ayah dan bunda ingin melaksanakan aqiqah untuk sang buah hati? Aqiqah di Almeera aja, yuk!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top