bayi laki-laki baru lahir

Ketentuan Aqiqah untuk Anak Laki-Laki Adalah

Ketentuan Aqiqah untuk Anak Laki-Laki yang Benar dan Syaratnya

 

Aqiqah merupakan salah satu syariat sunnah dalam agama Islam yang dilakukan sebagai ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak. Aqiqah ini dilakukan dengan menyembelih hewan kurban dan membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Namun, dalam melaksanakan aqiqah untuk anak laki-laki, terdapat beberapa ketentuan dan syarat yang perlu diperhatikan agar sesuai dengan ajaran agama. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai ketentuan dan syarat aqiqah untuk anak laki-laki.

Aqiqah untuk Anak Laki-Laki

Ketentuan aqiqah untuk anak laki-laki adalah tidak jauh berbeda dengan anak-perempuan. Perbedaan ini terletak pada jumlah hewan yang digunakan untuk aqiqah. Aqiqah anak laki-laki menggunakan 2 kambing atau domba, sedangkan aqiqah untuk anak perempuan adalah satu ekor saja.

Aqiqah biasanya dilakukan saat anak masih kecil, tepatnya pada hari ke-7 setelah kelahirannya. Namun, jika seseorang belum melaksanakan aqiqah saat masih kecil, ia masih bisa melakukannya di kemudian hari sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Batas Umur Aqiqah Anak

Untuk anak laki-laki, batas umur pelaksanaan aqiqah adalah hingga anak tersebut mencapai usia baligh atau dewasa. Oleh karena itu, sebaiknya aqiqah dilakukan segera setelah kelahiran anak agar tidak terlewatkan. Jika terlewatkan, orang tua masih dapat melaksanakan aqiqah saat anak mencapai usia dewasa dengan niat syukur kepada Allah SWT.

Bagaimana Jika Aqiqah Dilaksanakan Ketika Dewasa?

Menurut laman muhammadiyah.or.id dalam artikel yang berjudul “Adakah Ketentuan Akikah untuk Orang Dewasa?”, jika seseorang sudah baligh, maka tidak perlu melaksanakan aqiqah untuknya, dan tidak perlu merasa bersalah ataupun berdosa. Sebab, hukum aqiqah ialah sunnah muakkadah, dan bukan wajib, begitupun ketika setelah dewasa.

Syarat Hewan Aqiqah

Ketentuan kambing aqiqah untuk anak laki-laki adalah

Hewan yang digunakan untuk aqiqah, umumnya memiliki ketentuan yang sama dengan hewan kurban. Memilih hewan untuk aqiqah, baik kambing ataupun domba, terdapat beberapa syarat yang harus diperhatikan. Berikut adalah syarat memilih hewan aqiqah, diantaranya :

Baca Juga :  Tasyakur dan Aqiqah

Jenis Hewan

Jenis hewan yang digunakan untuk aqiqah anak laki-laki bisa berupa kambing atau domba. Keduanya diperbolehkan untuk aqiqah, dan keduanya harus hewan ternak yang halal dimakan dagingnya menurut syariat Islam.

Umur Hewan

Hewan yang akan digunakan untuk aqiqah minimal berusia satu tahun. Umur tersebut menunjukkan bahwa hewan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan dan memberikan daging yang lebih berkualitas.

Kesehatan Hewan

Hewan yang akan digunakan untuk aqiqah harus dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Pastikan untuk memilih hewan yang aktif, memiliki bulu yang bersih, dan tidak menunjukkan gejala penyakit.

Tidak Ada Cacat Fisik

Hewan aqiqah tidak boleh cacat fisiknya. Misalnya, hewan tersebut tidak boleh memiliki cacat pada kaki, mata, atau anggota tubuh lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas daging yang akan dikonsumsi.

Jumlah Hewan

Untuk aqiqah anak laki-laki, disunahkan untuk menyembelih dua ekor kambing atau domba.

Apakah Aqiqah Anak Laki-Laki Harus Kambing Jantan?

Dilansir dari laman rumaysho.com, dalam artikelnya yang berjudul “Bolehkah Kurban dengan Kambing Betina?”, menyebutkan bahwa aqiqah tidak harus menggunakan kambing jantan. Oleh karena itu, aqiqah boleh menggunakan kambing betina.

Bolehkan Aqiqah tanpa Pengajian

Pengajian merupakan kegiatan yang sering dilakukan dalam rangkaian aqiqah sebagai upaya memberikan nasihat dan pengenalan agama kepada anak. Namun, tidak ada ketentuan yang mewajibkan pengajian dalam pelaksanaan aqiqah. Oleh karena itu, orang tua diperbolehkan melaksanakan aqiqah tanpa pengajian, namun tetap disarankan untuk memberikan pendidikan agama kepada anak secara terpisah.

Persiapan dan Pelaksanaan Aqiqah

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum melaksanakannya. Pertama, tentukan tanggal dan waktu pelaksanaan aqiqah dengan mempertimbangkan keadaan anak dan keluarga. Kedua, pilih hewan yang sesuai dengan syarat-syarat yang telah disebutkan sebelumnya. Ketiga, pastikan tempat pelaksanaan aqiqah telah disiapkan dengan baik, termasuk tempat pemotongan hewan dan persiapan kuliner untuk memasak daging aqiqah.

Baca Juga :  Aqiqah Nazar Adalah Tradisi Islami yang Penuh Makna

Prosesi dan Rangkaian Aqiqah

Prosesi aqiqah dimulai dengan menyembelih hewan yang telah dipilih secara syar’i. Setelah itu, daging aqiqah akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin, tetangga, dan keluarga. Sebaiknya, bagikan daging aqiqah dengan adil dan berbagi kebahagiaan bersama.

Menyampaikan Niat dan Doa dalam Aqiqah

Saat melakukan aqiqah, penting untuk menyampaikan niat yang tulus ikhlas kepada Allah SWT. Niatkan aqiqah sebagai ibadah dan ungkapan syukur kepadaNya atas kelahiran anak yang diberikan. Selain itu, jangan lupa untuk berdoa agar anak yang aqiqah tersebut tumbuh menjadi anak yang sholeh/ah, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi agama dan masyarakat.

Keutamaan Melaksanakan Aqiqah

bersyukur dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Melaksanakan aqiqah memiliki beberapa keutamaan dalam agama Islam. Berikut ini adalah beberapa keutamaan yang terkait dengan pelaksanaan aqiqah :

1. Rasa Syukur kepada Allah SWT

Aqiqah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan berupa kelahiran seorang anak. Dengan melaksanakan aqiqah, orang tua mengekspresikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Allah SWT atas anugerah yang diberikan.

2. Sebagai Ibadah

Pelaksanaan aqiqah termasuk dalam ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Dalam melaksanakan aqiqah, orang tua berharap untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT dan juga memohon pengampunan dosa-dosa yang mungkin dilakukan dalam menjalani kehidupan.

3. Pembagian Rezeki

Aqiqah juga memiliki nilai sosial yang penting. Daging hasil aqiqah dibagikan kepada keluarga, tetangga, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan. Melalui pembagian rezeki ini, aqiqah membantu memberikan manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain serta mempererat ikatan sosial dalam masyarakat.

4. Perlindungan bagi Anak

Dalam aqiqah, doa-doa dan harapan baik dilakukan untuk anak yang baru lahir. Orang tua berharap agar anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang saleh/ah, taat kepada Allah SWT, dan berguna bagi agama dan masyarakat.

Baca Juga :  Pemotongan Hewan Aqiqah

5. Mengikuti Sunnah Nabi

Melaksanakan aqiqah juga merupakan pengamalan sunnah Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri telah melaksanakan aqiqah bagi dirinya sendiri dan juga untuk cucu-cucunya. Dengan melaksanakan aqiqah, umat Islam mengikuti jejak beliau dan mendapatkan keberkahan dan keteladanan dari Nabi Muhammad SAW.

6. Keberkahan dan Rahmat Allah SWT

Aqiqah juga diharapkan membawa keberkahan dan rahmat Allah SWT kepada keluarga yang melaksanakannya. Dalam aqiqah, orang tua mengharapkan agar keluarganya diberkahi oleh Allah SWT dengan kelimpahan rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Kesimpulan

Pelaksanaan aqiqah untuk anak laki-laki memiliki ketentuan dan syarat yang perlu diperhatikan. Ketentuan aqiqah untuk anak laki-laki adalah diantaranya jumlah hewan, syarat hewan yang digunakan, dan anjuran umur melaksanakan aqiqah. Aqiqah sebaiknya dilakukan saat anak masih kecil, namun jika terlewatkan, orang tua masih bisa melaksanakan aqiqah saat anak mencapai usia dewasa (baligh).

Adapun pengajian tidak wajib dilakukan dalam aqiqah, dan jenis kambing yang digunakan sebaiknya kambing jantan. Hewan aqiqah haruslah halal, sehat, dan memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan.

Semoga melalui pelaksanaan aqiqah yang benar, keluarga ayah dan bunda mendapatkan berkah dan keberkahan dari Allah SWT.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top